Perpisahan berasal dari kata dasar pisah, prefiks per-, sufiks -an, konfiks per-an. Per-an : menambah konfiks ini akan menghasilkan sebuah nomina yang menunjukkan hasil suatu perbuatan (bukan prosesnya) dan dapat juga menunjukkan tempat. Artinya sering menunjuk kepada suatu keadaan yang ditunjuk oleh kata dasar atau hasil perbuatan verba dalam kalimat. Keadaan ini mirip dengan yang diperoleh dengan menggunakan konfiks “ke-an”, tetapi biasanya kurang umum dan lebih konkrit atau spesifik. Sekitar satu dari tiap 108 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini.Hari Selasa tepatnya tanggal empat bulan agustus tahun dua ribu sembilan pukul satu siang lebih lima belas menit, saya dapat kabar dari salah satu teman se-ruangan dimana tempat saya cari ilmu dan pengalaman bekerja. Awalnya saya tidak percaya akan kabar itu, tapi setelah cari informasi kanan-kiri. Ternyata kabar itu benar, bahwa pak/bos saya yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan Dinas Pendidikan pindah tugas dan penggantinya dari Badan Perencanaan Daerah. Mungkin itu salah satu tanda berputarnya roda kehidupan. Atau mungkin itu suatu ujian atau cobaan bagi pejabat yang jujur, arif dan bijaksana. Tidak hanya diinstansi pemerintahan diinstansi lainpun sama, yang saling menjatuhkan jabatan. Namun dibalik semua itu pasti ada hikmahnya. Saya yakin allah memberikan jalan terbaik bagi hambanya yang masih berada dijalanNYA. Saya pribadi dan mewakili rekan kerja mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan ilmu yang sangat mahal harganya yaitu mengajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik. Pemimpin yang memperhatikan situasi dan kondisi bawahan. Pemimpin yang mau menerima usulan dari bawahan. Pemimpin yang berani karena memang itu suatu kebenaran yang harus ditegakkan. Selamat jalan pak/bos. Selamat menempuh langkah ditempat yang baru.

















































